Tempuh Wiyang

Emilia sonchifolia (L.) DC.

Asteraceae

Lokasi di taman kami

Utama

Sinonim

Cacalia sonchifolia L.

Crassocephalum sonchifolium (L.) Less

Emilia sonchifolia var typica Domin

Habitus

Herba. Herba tegak semusim, tinggi mencapai 20-70 cm

Bagian Yang Digunakan

  • Daun
  • Bunga
  • Akar

Syarat Tumbuh

  • Matahari Penuh
  • Tahan Kekeringan

Habitat

  • Padang Rumput

Penyebaran Tanaman

Tanaman ini banyak ditemukan di wilayah Asia Tenggara, China dan telah disebarluaskan ke Afrika, Australia, dan Amerika. Daun tempuh wiyang sering dijadikan sayur dan lalapan dengan rasa seperti rempah-rempah yang sedikit pahit, selain itu juga bisa dimanfaatkan sebagai obat secara tradisional.

Nama Lokal

Jonghe (Jawa), Jobang, Jonge (Sunda), Sarap/Sundilan (Madura), Kaho mahiri (Maluku), Gafu saru (Ternate), Lintapa dan Halmah (Sulawesi).

Agroekologi

Tempuh wiyang tumbuh secara liar di tepi jalan, tepi selokan, tebing, kebun dan padang rumput. Umumnya berada pada dataran rendah sampai di ketinggian sekitar 3.000 m dpl, curah hujan rata-rata 1.000-2.000 mm/th, suhu tahunan 20-30 °C.

Morfologi

  • Akar tunggang yang halus, berwarna putih hingga kekuning-kuningan, bentuk seperti benang, tidak memiliki ruas-ruas dan tudung akar.
  • Batang tegak lurus atau merunduk di dasar dan seringkali bercabang. Berbentuk bulat padat, tangkai halus, kokoh, dan berbulu halus.
  • Daun berbentuk segitiga dan cenderung memanjang. Berwarna hijau di bagian atas dan lebih muda atau keungu-unguan di bagian bawah.
  • Bunga berwarna ungu keputihan, panjang 8-17 mm, berkelompok di karangan bunga yang berbentuk malai yang berada di ujung tangkai.
  • Biji yang masak berwarna kehitam-hitaman, panjangnya 1,5-3 mm, permukaannya berbulu halus dan pendek, di puncaknya terdapat karangan bulu halus berwarna putih.

Budidaya

Perkembangbiakan secara generatif dengan menggunakan biji.

Kandungan Bahan Kimia

Flavonoid, tanin, alkaloid, steroid, ursolic acid, kaempferol galactoside, quercitrine, rutoside, senecionine, pyrrolizidine alkaloid.

Khasiat

Antibiotik, antiracun, mengatasi demam, masalah pencernaan, kanker organ dalam, rematik, sistem metabolisme, asam urat, luka, infeksi saluran pernafasan, radang paru-paru, sariawan, infeksi bisul, dan radang telinga.

Simplisia

  • Pilih daun tempuh wiyang segar dan tidak busuk. Bersihkan dari kotoran yang menempel, cuci lalu tiriskan.
  • Iris daun dan letakkan di atas wadah lalu jemur selama 2 hari dan tutup dengan kain tipis berwarna gelap.
  • Setelah kering, masukan ke dalam plastik bersih yang tertutup rapat atau kedap udara.

Bagian Tanaman Yang Dimanfaatkan

Ramuan Tradisional

1. Reumatik dan asam urat

  • Cuci hingga bersih 5 lembar daun tempuh wiyang segar.
  • Makan mentah daun sebagai lalapan.
  • Sebaiknya konsumsi 3 kali sehari.

2. Sakit pada bagian perut

  • Giling akar secukupnya, diperas dan diambil ekstraknya.
  • Diminum 2 kali sehari selama seminggu.

Sumber Referensi

  1. Motaleb Perut Mohammad Abdul. 2013. Commonly Used Medicinal Herbs and Shrubs by Traditional Herbal Practitioners. International Union for Conservation of Nature and Natural Resources.
  2. Tropical Plants Database, Ken Fern. tropical.theferns.info. Emilia sonchifolia. http://tropical.theferns.info/viewtropical.php?id=Emilia+sonchifolia 20-01-2021
  3. Kelompok Masyarakat Desa Simasari. 2008. Tumbuhan Obat Halimun. Yayasan Peduli Konservasi Alam Indonesia
  4. Stuartexchange. Philippine Medicinal Plants. Tagulinaw. Emilia sonchifolia (L.) DC, ex DC. LILAC TASSLEFLOWER. http://www.stuartxchange.org/Tagulinaw.html 03-03-2021